Sebuah Fajar Merah
8 Méi 2011
Sebuah fajar merah akan mengakhiri malam yang gelap ini. Dunia kita ini sedang berubah, memasuki sebuah periode transisional dari satu epos ke epos lainnya. Diharapkan membawa keadaan menjadi lebih baik. Panggung telah dipersiapkan untuk sebuah konfrontasi yang dramatis. Akankah kobaran api kemarahan rakyat menyebar ke seluruh dan tak ada yang dapat menghentikannya? Saya benar-benar percaya revolusi telah mengubah kita. Rakyat memperlakukan satu sama lain dengan berbeda. Suatu kendali dengan ritme berbeda, di seluruh muka bumi. Akan ada pasang naik dan turun, kekalahan dan kemenangan, kekecewaan dan keberhasilan dan suatu perubahan. Yang sedang kita lihat terbuka di hadapan kita adalah tahap-tahap awal dari revolusi sosialis dunia. Kaum miskin, orang-orang buta huruf berkata: kami akan bertarung, tidak akan meninggalkan jalan-jalan; menuntut agar diperlakukan dengan hormat. Melihat orang-orang di jalan-jalan adalah sebuah ekspresi hidup yang indah di bumi ini. Revolusi bukanlah drama satu babak yang biasa dipentaskan dalam drama, namun merupakan sebuah proses yang rumit dengan berbagai arus pasang surut. Sebuah revolusi yang telah dimulai bukan berarti bahwa revolusi tersebut telah selesai, apalagi mengatakan bahwa kemenangan terjamin. Perubahan itu harus selalu ada hingga akhir jaman dan dunia.
Salam FDR Lamser